Mengenal Capaian Pembelajaran (CP) Muatan Lokal Bahasa Balantak dan Banggai Jenjang SD/MI
Panduan Terstruktur Pelestarian Bahasa Daerah dan Pengembangan Literasi Kebudayaan Lokal di Sekolah Dasar
Pelestarian bahasa daerah merupakan langkah strategis dalam menjaga identitas budaya, memperkuat karakter, serta membangun literasi peserta didik sejak dini. Melalui penataan Kurikulum Merdeka, penyusunan Capaian Pembelajaran (CP) Muatan Lokal (Mulok) Bahasa Balantak dan Banggai menjadi pijakan utama untuk memastikan penutur muda di Kabupaten Banggai tetap mengenal, mencintai, dan menguasai bahasa ibunya secara terstruktur.
4 Elemen Utama dalam Kurikulum Mulok Bahasa Daerah
Pengembangan kompetensi bahasa daerah di tingkat SD/MI difokuskan pada empat elemen literasi berkesinambungan:
Peserta didik mampu memahami, mengidentifikasi, dan merespons pesan lisan, petunjuk sederhana, serta tuturan dalam bahasa daerah yang digunakan dalam interaksi sehari-hari.
Peserta didik mampu mengenali, membaca, dan memaknai kata, frasa, serta teks bacaan sederhana berbahasa daerah dengan pelafalan (pronunciation) yang tepat.
Peserta didik mampu menggunakan kosakata bahasa daerah untuk berkomunikasi, menyampaikan informasi, atau bercakap-cakap secara lisan dengan santun sesuai norma budaya setempat.
Peserta didik mampu menyusun kata, kalimat sederhana, hingga pesan singkat menggunakan ejaan (ortografi) dan struktur bahasa daerah yang benar.
Pemetaan Capaian Pembelajaran per Fase (SD/MI)
Penyusunan CP dibagi ke dalam tiga fase utama sesuai dengan tingkatan kelas di Sekolah Dasar:
- Mengidentifikasi bunyi bahasa, ucapan salam/sapaan santun, serta nama-nama benda, anggota tubuh, dan keluarga dalam bahasa Balantak/Banggai.
- Merespons petunjuk atau instruksi lisan sederhana dalam kegiatan kelas dan kehidupan sehari-hari.
- Mengenal, menirukan, dan membaca/menuliskan kata-kata dasar berbahasa daerah secara bertahap.
- Memahami isi dan pesan moral dari cerita rakyat (folklore) atau tradisi tutur lokal masyarakat setempat.
- Membaca lancar teks deskriptif/naratif pendek serta menuliskan kalimat berstruktur dasar dengan ejaan yang tepat.
- Melakukan percakapan lisan sederhana untuk menyampaikan gagasan, perasaan, atau bertukar informasi dengan santun.
- Menganalisis makna dan kearifan lokal dari teks lisan maupun tulis (seperti cerita rakyat, ungkapan tradisional, atau lagu daerah Balantak/Banggai).
- Berpartisipasi aktif dalam percakapan atau diskusi kelompok mengenai topik kebudayaan secara santun.
- Menyusun karangan pendek atau cerita sederhana menggunakan variasi kosakata dan kaidah tata bahasa daerah yang benar.
- Penguatan Profil Pelajar Pancasila: Menumbuhkan rasa bangga terhadap kebhinekaan global dan pelestarian nilai budaya lokal.
- Literasi Kontekstual: Memudahkan siswa memahami konsep bahasa melalui pendekatan lingkungan dan kehidupan sehari-hari.
- Merawat Warisan Budaya: Mencegah kepunahan bahasa ibu di tengah pesatnya perkembangan zaman dan teknologi.
